The Perks Of Nyemangatin Orang Paling Bisa. Tapi Hidup Sendiri Porak Poranda ~

 

Seseorang tidak selalu membutuhkan nasihat saat tengah ada masalah.

Kadang mereka hanya butuh pelukan, telinga untuk didengarkan, dan

hati untuk memahami mereka.

-anonim –

Mungkin saat ini kamu tengah mengalaminya. Menyemangati teman yang tengah gamang dengan hidupnya, sementara pada saat yang sama kamu pun tengah butuh bahu untuk bersandar. Dengan kalimat bijak nan klise yang entah begitu saja mengalir dari mulutmu, kamu berusaha menguatkan temanmu. Meski tak begitu saja mereka terlepas dari kesedihan, setidaknya mereka merasa lebih lega dengan bercerita. Lantas apa kabarnya hidupmu sendiri yang kenyataannya tak berjalan baik-baik saja?

1. Kamu tak keberatan mendengarkan teman bercerita, kadang itu menjadi hiburan sederhana

Kamu tak pernah keberatan mendengarkan cerita mereka.

Mendengarkan cerita teman sama sekali bukan beban bagimu. Tidak ada yang memaksa, apalagi menuntutmu. Itu terjadi dengan alamiah. Entah diawali dengan tanya atau sapa, kamu pun mulai tenggelam dalam percakapan yang melibatkan emosi mendalam. Menyediakan telingamu sejenak untuk teman atau sahabatmu, justru menjadi kebahagiaan tersendiri buatmu. Bukan karena cerita mereka patut untuk ditertawakan. Namun, semata karena kamu senang mereka masih mempercayaimu untuk berbagi beban.

2. Kamu percaya bahwa selalu ada makna di setiap cerita mereka. Dari cerita yang mengharu-biru, hingga yang diselingi tatap mata bahagia

Hingga mereka yang diselingi tatap mata bahagia..

Pantang bagimu menganggap cerita orang lain adalah sampah. Terkadang kamu justru menemukan pelajaran hidup dari masalah orang lain. Kamu berusaha untuk memahami bagaimana rasanya berada di posisi mereka. Kadang kamu menghadapi teman yang terisak lantaran baru saja dicampakkan oleh pacarnya, tak jarang pula kamu menemukan wajah sumringah sahabat yang tengah jatuh cinta. Kadang kamu merasakan juga warna merah jambu dari lawan bicaramu, namun tak jarang kamu ikut terlarut dalam kesedihan mereka.

3. Saat lawan bicaramu tengah terpuruk, kamu berusaha semampumu untuk menguatkan mereka. Padahal kamu sama rapuhnya

Kamu berusaha menguatkan mereka.

Bukan untuk menampakkan dirimu seolah peduli. Tapi hati nurani yang membuatmu berusaha untuk menyemangati mereka. Bahwa hidup harus berjalan, pasti ada jalan keluar, hingga ungkapan klise lainnya, jadi ungkapan andalanmu saat menyemangati. Yang sebenarnya ungkapan itu ditujukan buat kamu juga. Karena kamu sama rapuhnya dengan mereka. Entah saat ini kamu tengah berpura tidak merasa ada masalah atau sebenarnya sengaja kamu tutupi dari orang lain.

 

4. Beruntung, kamu selalu pandai menyembunyikan masalah. Bukannya tak butuh bantuan, tapi kamu merasa nyaman menyimpan ini sendirian.

Kamu lebih nyaman memendam masalahmu sendirian.

Entah kenapa selama ini kamu selalu merasa bahwa lebih baik tak menunjukkan kamu sedang dalam masalah. Karenanya kamu selalu memastikan bahwa dirimu terlihat baik-baik saja. Kamu tidak menutupinya dengan tawa lepas, melainkan air muka yang biasa saja. Bahkan cenderung santai. Padahal kamu tengah memendam masalah keluarga yang tidak ringan. Masalah perkuliahan yang bisa berujung DO, atau bahkan terancam dipecat dari perusahaan. Yang sayangnya selalu berhasil kamu tutupi dari mereka.

5. Tapi pada akhirnya bebanmu menjadi tak terasa ketika mendapati masalah mereka jauh lebih rumit dari yang kamu punya

Ketika sedang menguatkan mereka, secara bersamaan kamu pun tengah menguatkan dirimu sendiri.

Yakin, loe bisa nyemangatin teman loe?

Hidup loe aja berantakan?

Yang terjadi justru sebaliknya. Kamu menjadi pribadi yang lebih bersyukur sebab masalahmu ternyata hanya remeh-temeh jika dibandingkan dengan problematika mereka. Seketika beban hidupmu berkurang setengahnya. Karena ngepuk-puk mereka sama saja dengan ngepuk-ngepuk dirimu sendiri.

6. Menjadi cheerleader orang-orang memang nggak mudah, apalagi di tengah kehidupanmu yang tengah porak-poranda. Tapi selalu ada alasan untukmu kembali mendengar keluh-kesah mereka

Semangaaaaat!

Kamu percaya bahwa jika berusaha membahagiakan orang lain, maka Tuhan pun akan membahagiakan dirimu. Karenanya kamu tak pernah bosan menyediakan telinga untuk teman-temanmu. Menyemangati teman walau hanya dengan ungkapan klise semangat ya Atau hanya sekadar memberikan becandaan garing, sekecil apa pun kamu berusaha membuat mereka tertawa.

Kamu nggak perlu menjadi orang yang paling bahagia di dunia untuk bisa menyemangati mereka. Seberat apa pun beban hidupmu saat ini. Sekecil apa pun kamu berusaha untuk membuat mereka tertawa

 

 

Sumber : http://www.hipwee.com/

Untuk Perempuan yang Hanya Bisa Diam dan Laki-laki yang Tak Kunjung Memberi Kepastian

 

Dikisahkan, ada seorang perempuan dan seorang laki-laki. Keduanya dekat dan telah mengenal satu sama lain dengan baik. Semua orang tau, mereka berdua saling menyukai. Namun, tidak ada pengakuan dan ikatan apapun antara mereka. Mereka tetap berteman dengan rasa sayang yang tidak diungkapkan. Dari dalam hati mereka, si perempuan tentu saja mencintai laki-laki itu, begitu juga sang laki-laki kepada perempuan.

Lantas, datang laki-laki lain. Sang laki-laki ini juga mencintai si perempuan. Tulus. Bedanya, laki-laki ini mengungkapkan rasa sayangnya pada si perempuan. Lama kelamaan, si perempuan luluh dan menerima cinta sang laki-laki ini. Si perempuan akhirnya memilih laki-laki ini dan meninggalkan laki-laki pertama itu. Alasannya sederhana, karena laki-laki ini memperjuangkannya dan menunjukkan bahwa dia mencintai si perempuan.

Cerita di atas terdengar familiar, bukan? Apa pendapat kalian setelah membaca cerita tersebut? Mungkin ada yang berpikir bahwa laki-laki pertama tersebut bodoh. Mungkin juga, ada yang mengumpat si perempuan karena tidak setia. Atau opini lain mengenai tiga orang tersebut.

Sebagai perempuan, siapa yang akan kamu pilih jika kamu dihadapkan dengan dua laki-laki itu? Laki-laki yang kamu cintai namun tidak ada kepastian ataukah laki-laki lain yang menawarkanmu cinta dan dia benar-benar menunjukkannya? Sebagai laki-laki, apa yang akan kamu lakukan bila perempuan yang kamu cintai memilih laki-laki lain yang jelas-jelas menunjukkan cinta padanya. Hal yang belum bisa kamu tunjukkan pada perempuan itu.

Mari kita renungkan baik-baik..

Perempuan, pada dasarnya ingin diperjuangkan. Dia haus akan pengungkapan bukti bahwa dia disayangi, dicintai, dan dirindukan. Dia butuh diyakinkan bahwa ada cinta yang baik hanya untuknya dan tidak dibagi dengan perempuan lain. Perempuan lebih senang memendam rindu. Hatinya akan sakit, apabila laki-laki itu tidak merasakan hal yang sama. Itu akan membuatnya terlihat konyol dan mengutuk dirinya sendiri. Diam lebih baik baginya, karena dia tau dia tidak akan kuat jika perasaannya ditolak. Sebab dia adalah perempuan, dia hanya perlu sebuah kepastian.

Laki-laki, pada dasarnya ingin dipahami. Laki-laki yang baik tidak akan dengan mudahnya menebar pesona pada perempuan. Dia tidak akan merayumu dengan kata-kata yang hanya manis didengar. Apalagi mengumbar rasa sayang yang berbuah harapan. Dia tidak akan membuatmu kecewa karena janji yang tak sanggup ia penuhi. Mengertilah bahwa setiap laki-laki punya caranya masing-masing untuk menunjukkan cintanya dan dia tidak senang jika dibanding-bandingkan dengan laki-laki lain. Sebab dia adalah laki-laki, dia hanya perlu sebuah dukungan.

Singkat cerita, ini bukan kesalahan laki-laki pertama. Laki-laki itu hanya percaya bahwa dia tidak perlu terburu-buru untuk mengikrarkan cinta. Perlu banyak waktu untuk memikirkan sebuah hubungan secara matang dan dia tidak butuh perempuan yang tidak sabar dengan semua keputusannya. Sama halnya dengan si perempuan, bukan pula kesalahannya. Sejatinya, perempuan adalah makhluk pasif. Dia butuh diyakinkan dengan cinta yang utuh. Dia juga ingin merasakan hal yang dirasakan oleh perempuan lainnya. Karena mengetahui bahwa dia dicintai, itu membuatnya sangat bahagia.

Jika cintamu tidak berhasil, sudahlah, lepaskanlah, jatuh cintalah lagi.
Ikhlaslah, sekecewa apapun kamu, sesakit apapun kamu.
Terimalah, semua orang datang dan pergi.
Percayalah, ketika rencanamu yang indah gagal berarti rencana Tuhan akan segera dimulai.

 

Baik perempuan maupun laki-laki memang rumit untuk dimengerti.

Tapi mereka sama-sama manusia, yang ketika jatuh cinta, mereka bisa saja mencintai orang itu melebihi dirinya sendiri.

Maka cintailah siapapun dengan sungguh-sungguh. Karena terkadang, kita hanya punya satu kali kesempatan untuk bersama dia…

 

 

 

Sumber : http://www.hipwee.com

Merry Riana Corporate Ambassador Batch 4 – 2016

Pernahkah kamu membayangkan bisa belajar langsung dari seorang yang sukses dan inspiratif ?

Pernahkah kamu membayangkan ada seorang motivator yang rela mengorbankan waktunya untuk membimbing kamu mencapai kesuksesan ?

Ya, mimpi itu bisa menjadi kenyataan dengan saya terpilih untuk bergabung menjadi salah satu bagian Komunitas Merry Riana Corporate Ambassadors (MRCA).
Merry Riana adalah seorang motivator wanita no. 1 di Indonesia dan Asia, milyader muda, pengusaha sukses, TV and Radio host, dan penulis buku terlaris di Indonesia.
Saat ini, Merry Riana mempunyai perusahaan dibidang inspirasi dan motivasi yang ia rintis sendiri bersama suaminya, Alva Tjenderasa, di Indonesia.
Perusahaan yang diberi nama Merry Riana Indonesia (MRI) ini baru berdiri sejak 2012 lalu. Check her website: www.merrryriana.com
Saat usia Merry Riana yang ke-30, ia menetapkan sebuah resolusi yang ingin dicapai sebelum usia ke-40, yaitu menciptakan dampak positif di dalam kehidupan paling sedikit 1 juta orang di Indonesia.
Dan resolusi itulah yang menjadi misi dari MRI. Oleh karena itu, MRI mempunyai berbagai macam cara untuk mencapai misi tersebut, seperti mengurusi seminar, TV, radio, media, online, product (buku), film, dan komunitas. Nah, komunitas yang dimaksud ialah komunitas MRCA. Perlu dicatat bahwa komunitas ini adalah komunitas belajar, bukanlah sekedar organisasi biasa.
Komunitas yang berisi anak-anak muda yang membawa harapan dan perubahan positif bagi masyarakat sekitar serta bangsa dan negara.
Kelompok spesial yang beranggotakan anak muda ini pula akan dibimbing dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang tujuannya adalah menciptakan dampak positif dalam kehidupan satu juta orang di Indonesia, sesuai dengan resolusinya sendiri.
MRCA awalnya adalah Merry Riana Campus Ambassador pertama lahir tahun 2013, sehingga pada tahun ini (2016) menginjak angkatan keempat dan berubah menjadi Merry Riana Corporate Ambassador.
Meskipun sebuah komunitas, tidak semua orang bisa menjadi bagian dari komunitas ini karena Merry Riana dan Alva hanya memilih pemuda pemudi terbaik di Jabodetabek. pemuda pemudi ini akan banyak belajar tentang passions, communication dan hal-hal life skills lainnya selama 1 tahun penuh dan dimentori secara langsung dan intensif oleh Merry Riana dan Alva tanpa dipungut biaya apapun.
Teringat kembali saat saya pertama kali mendaftar MRCA Batch 4 di bulan February 2016 saya mengirim CV dan saya pun lolos tahap pertama (dari 7.000 orang terpilih menjadi 3.500 orang)
Tahap kedua pun berhasil dilewati dan bisa terpilih diantara 1.700 orang dari 3.500 orang yang masuk tahap tahap kedua ini.
Tahap ketiga pun berhasil pula dilewati ( terpilih 850 orang dari 1.700 orang)  dan tahap keempat (terakhir) telah saya lalui juga bersama 200 orang lainnya yang masuk dalam tahap ini.
Sampai akhirnya, setelah tahap keempat di bulan April 2016 saya dinyatakan lolos dan masuk dalam bagian Komunitas MRCA.
Saya masih ingat dengan jelas bagaimana perasaan saya ketika lolos tahap demi tahap, terutama di tahap ketiga dan keempat, dimana pada tahap ketiga saya harus membuat sebuah video tentang saya dan Merry Riana yang kemudian video tersebut di upload ke youtube, dan setelah dinyatakan saya berhasil bergabung dalam komunitas ini.
IMG_20160627_193525

Pertama kali bertemu dengan Miss Merry Riana

 

“You don’t have to be great to start, but you have to start to be great”
Slogan Merry Riana yang menjadi slogan MRI dan MRCA ialah Touching Hearts, Changing Lives.

They already touch my heart and change my live. That’s why I have to share my happiness in order to touching more hearts and changing more lives!
Menjadi bagian dari MRCA 2016 merupakan anugerah bagi saya, disini saya tak hanya sekadar mendapatkan ilmu life skills langsung dari mentor yang berpengalaman, tapi juga mendapatkan keluarga dan network baru dari teman-teman MRCA lainnya. Tak heran kalau teman-teman MRCA lainnya yang terpilih merupakan orang-orang muda yang sukses, ada yang sudah memiliki bisnis sendiri dan memiliki omzet jutaan rupiah, ada mahasiswa berprestasi, ada duta PBB, dan masih banyak prestasi lain yang dimiliki teman-teman MRCA. Wah, saya sendiri bertanya-tanya mengapa saya terpilih padahal dari peserta yang mengikuti seleksi tahap akhir (interview) semuanya orang-orang hebat.
IMG-20160627-WA0015

Bersama dengan teman-teman MRCA

 

Memasuki Monthly Meeting pertama, saya baru tahu bahwa kami semua terpilih karena kami memiliki 3 hal, yakni: Inspirasi, Sukses dan Indonesia. Inspirasi berarti kami sudah melakukan / memiliki kemampuan / keinginan untuk menginspirasi orang-orang di sekitar kami. Sukses berarti kami telah sukses dalam passion kami masing-masing. Indonesia berarti kami merupakan orang-orang yang mencintai Indonesia.
IMG-20160807-WA0016

Bersama my team house APACHE🙂

Selama satu tahun kedepan merupakan sebuah proses pembelajaran bagi saya, kesempatan yang harus saya manfaatkan dengan baik. Saya sadar bahwa tantangan dalam proses belajar ini tidak mudah, bagaimana mempertahankan komitmen untuk menjadi pribadi yang siap dibentuk. Proses tidak mudah dan tidak selalu menyenangkan tapi bagaimana caranya agar saya bisa bertahan sampai titik akhir..
“Hanya lilin yang sudah menyala yang dapat menyalakan lilin-lilin lainnya”
-Merry Riana-

Untuk kamu yang Kusebut Kenangan Manis

“Cinta yang terdekat, telah terdekap sering tidak terasakan sentuhannya hanya karena kasat mata ingin lebih melihat cinta yang lain, yang lebih nikmat sesuai harapan”

Untuk apa mencari yang terbaik dari yang terbaik bersama dengannya saat ini? Kenapa tidak melangkah bersama untuk menjadi lebih baik kedepannya? Saat ini dia yang menerimamu apa adanya, belum tentu cinta yang lain bisa sepertinya saat mencintaimu.

“Cinta belum tentu jodoh kita, meski jodoh selayaknya adalah cinta kita. Semua orang punya kenangan dengan cintanya, lalu menyimpannya untuk menjadi sebuah kisah indah yang layak diceritakan pada saatnya”

Kenangan yang pernah ada itu akan terus dan terus menjadi sebuah kisah klasik untuk kedepannya yang menjadikan semua yang pernah ada di  masalalu sebagai pelajaran.

“Jangan suka berburuk sangka, cemburu buta pada orang yang kita cintai saat kita yakin bahwa sebenarnya cintanyatelah membawa pada sebuah ketulusanrasa tanpa diminta-minta dengan paksa.”

Cemburu boleh, tapi ingat dicari tahu dulu kenapa? Aku pernah cemburu sehingga membuatnya pergi mencari kesenangan saat bertengkar denganku bersama wanita lain. Ya wanita lain dan aku tahu itu.

“Bukti cinta sejati sering datang ketika musibah telah melanda.  Orang yang cerdas menyikapi cinta akan menjadikan semua kenangan manis tetaplah manis, meskipun cintanya telah karam”

Cinta yang sudah berlalu emang sakit untuk mengenangnya, ada sedikit penyesalan saat merasakan kehilangan saat dia yang selalu mengisi hri mu tak lagi disampingmu. Tapi jangan khawatir, berjalannya waktu semua itu hanyalah pelajaran buat mu agar tidak mengulang kembali kesalahan yang pernah dibuat untuk kedepannya.

“Cinta kandas tak lantas membuat kita terhempas, terpuruk karenanya, terus mencarilah cinta yang lain, yang bisa nyata menhidupi jiwa dan menumbuhkembangkan semangat menjalani hidup!”

Jangan pernah merasa dialah segalanya, ingat masih ada yang menunggumu di luar sana, menunggu senyum indah mu bukan mata sembab akibat merasa terpuruk akibat cinta yang kandas.

“Kesedihan yang teramat dalam akan menerpa setelah cinta yang begitu kita harapkan tak bisa berlanjut. Padahal telah terlakoni sekian rajutan kenangan bersamanya. Namun ikhlas menerima kenyataan, itu yang wajib dilakukan ketika cinta tak juga menyatukan hati.”

Lepaskan jika memang dia memilih untuk melepaskanmu, sakit?? Iya sakit itu pasti tapi apakah kamu akan selalu menangisi dia untuk berharap dia kemabli ? Life goes on dia aja tak pernah memikirkan kamu, so buat apa membuang air mata sia-sia. Ikhlaskan dia dan percaya akan ada titik terang setelah didalam kegelapan!.

Jadikan sisa kepergiannya menajdi semangat baru untuk jujur mencari cinta yang lain, yang tentu akan len=bih baik daripada cinta yang lalu, yang telah hilang dan cukup jadi kenangan saja.

Karna kebanyakan wanita butuh cinta yang terucap, hingga melupakan wujud realitanya. Terbelenggu dalam sebuah jebakan, bahwa cinta harus dikatakan dengan kata-kata berbunga dan seikat mawar merah. Namun sesal yang ada ketika cinta yang selama ini ada dianggapnya tiada. Terus mencoba bangkit dengan mengenang semuanya, tanpa kembali terpuruk olehnya. Itulah sikap jenius menghadapi cinta yang telah tiada wujudnya.

“Tuhan sering menitipkan pesan indahnya pada sebuah kenangan dengan orang-orang yang ada di hati kita. Cintalah yang membuat kita senantiadsa bisa mengambil hikmah dari rasa kehilangan.”

Kita sering mengultuskan seseorang dan sedikit kenangan dengannya menjadi sesuatu yang besar, hingga kita pun terjebak dalam angan-angan cinta yang belum jelas ujungnya, sampai tibalah saat yang mematahkan semangat kita sebelum meraih cinta yang kita damba.

Banyak orang aneh menyikapi cinta, sengaja melukai diri sendiri karena ketakutannya tentang cinta. Kesannya seperti pengecut, namun sesungguhnya itulah suara hati. Kejujuran atas nama cinta yang harus dia sikapi. Menghilang dan pergi, lalu membuahkan karya setelah lukanya terasa.

Luka akan menghasilkan sebuah karya besar ketika seniman cerdas menyikapinya. Cinta yang kandas di tengah jalan tak menghalangi langkahnya buat terus berjalan mencari bentuk cinta yang lain, melahirkan karya yang bisa jadi inspirasi orang karena luka yang dibawa.

Ketika kita dengan mudah mendapatkan cinta dan b uta terhadapnya, maka keterpurukan akan mendera. Kadang kita harus menyambut cinta dengan memakai logika, jangan mudah memanjakan rasa saja. Cinta seharusnya tak bisa dibatasi dengan apapun, saat dia hadir mengalir, biarkan saja menemukan celahnya hingga dia menempati dan mewujudkan bentuknya. Namun memang kita sering kali takut menyatakannya sebelum dia menghilang dan pergi.

“Cinta akan menyisakan kenangan manis sekaligus pahit. Rasakan saja manisnya untuk menghilangkan pahitnya agar kita tak merasa sakit saat mengenangnya.”

Cinta memang misteri yang sulit terjawab. Datangnya begitu saja tanpa diundang, demikian dengan kepergiannya yang tak kita harap. Namun nyatanya cinta harus tetap dipasrahkan kepada sang pemilik. Patah hati, sedih dan kecewa tentu dirasakan mereka yang cintanya karam ditengah jalan, namun janganlah menjadi mati karenanya.

Ketika kitaa mencintai seseorang karena tuhan, maka cinta itu pun akan kuat dan abadi. Jangan mengumbar emosi saat cinta yang kita harap ternyata menyakitkan, melukakan. Namun yakini bahwa cinta sejati adalah cinta yang datangnya kita syukuri, demikian dengan kepergiannya.

Selamat tinggal kenangan manis,

Terimakasih kau sudah banyak mengajarkan aku cara mencintai dan dicintai, mengajarkan aku arti kesetiaan, penghianatan, dan rasa kecewa yang mendalam.

Untukmu Sebuah Nama yang Memilih Diam Tanpa Kata

Namun sebelumnya, entah bagaimana rencana dan rancangan Tuhan ketika Ia mempertemukan kita. Yang aku tahu, sejak pertemuan itu aku mengenal sosokmu yang sederhana. Dengan segala tutur katamu hingga membuatku terpikat. Kamu tanpa ragu untuk selalu berbagi cerita suka duka tentang kehidupanmu, begitupun sebaliknya denganku. Sesungguhnya aku tidak mengerti, walaupun aku tidak terlalu menengenalmu juga, sejak saat itu mata ini menangkap sosokmu. Aku tahu ruang hati ini seolah ingin menjelaskan sebuah rasa yang sempat aku lupakan namun tersentuh olehmu.

Dengan tanpa sengaja yang mungkin sementara kuartikan ini hanyalah sebuah perasaan yang mengagumi semata mata yang aku miliki kepadamu, hingga pada saat keadaan itu. Kamu memilih pergi dan menjauh tanpa memberikan alasan yang jelas kepadaku.

 

 

1. Sekarang kamu membiasakan diri untuk tidak menjadi kebiasaanku lagi

kamu tak menjadi kebiasaanku lagi

Hai kamu.. apakah kamu baik-baik saja di sana? Aku tahu setelah kejadian itu, kejadian yang mungkin mengecewakanmu dan melukaimu. Tanpa adanya penjelasan dariku yang membuatmu bingung dan terdiam. Dengan semua sikapku kepadamu saat itu. Ya “Diam tanpa Kata’’ itulah yang aku lihat tercermin didalam dirimu.

Aku tahu untuk saat ini kamu sudah membiasakan diri tanpa aku. Kamu sedang mencoba menikmati hidupmu yang baru. Aku pun begitu, sebenarnya aku juga ingin belajar menerima kenyataan. Kamu juga bukan orang yang mencerewetiku lagi kalau aku lupa makan. Kamu juga bukan lagi orang yang selalu mengganggu tidurku di malam hari. Kamu juga bukan orang yang peduli lagi untuk mendengarkan jikalau aku sedang terpuruk oleh masalah masalahku, bahkan saat keadaanku yang tidak mendukung pun hingga pada aku yang rentan jatuh sakit.

 

 

2. Seperti banyak kata orang-orang Keterbukaan adalah sebuah awal dari Pemulihan

keterbukaan merupakan pemulihan diri

Pada saat itu, dengan segala pertimbangan dan kondisiku yang tidak memihak kepadaku, aku sudah pergumulkan semuanya kepada Tuhan. Hngga aku  juga harus membawa namamu dalam setiap percakapanku denganNya. Dan bahkan segala cerita tentang aku, aku tidak memilih untuk terbuka kepada sembarang orang. Aku hanya akan memulai bercerita kepada mereka yang bisa kupercaya dan kuyakini.Dan bahkan diantara mereka semua itu adalah “kamu”.

Aku memilih bersuara dan bercerita karena aku yakin ini adalah sebuah proses penyembuhan diri yang mencoba untuk berdamai dengan segala cerita masa laluku . Aku yang mencoba memberanikan diri, karena aku tidak ingin terbelenggu oleh rasa bersalah kepadamu. Serta dengan seperti ini, aku bisa memperoleh sebuah kebebasan dan pertanyaan pertanyaanmu yang sempat membuatmu penasaran tentangku. Tanpa dihantui bayang-bayang masa lalu itu semua, dengan menceritakan apa yang sudah aku lewati. Segala keputusan yang aku miliki dengan sikap kerterbukaan ini adalah sebuah awal dari pemulihan. Karena pemulihan merupakan bagian dari kejujuran, dan kejujuran itu sendiri berasal dari ketulusan seseorang.

Disamping itu semua, hal ini juga aku lakukan agar kamu dapat memahami dan mengerti keadaanku saat itu juga.

Dan sekarang inilah aku… Seperti inilah aku…

Dengan membuatkan cerita seindah rencana Tuhan dan berdamai dengan masa lalu. Sesuatu percakapan yg selalu kubawa dalam tiap-riap doaku. Karena keterbukaan berawal dari sebuah pemulihan diri. 

 

3. Keputusanmu menjauhiku sempat membuatku tak mengenal siapa diriku sendiri

menikmati hari-hariku tanpa menjadi diriku

Namun kenyataannya, dengan tiap hitungan hari yang sudah terlewati dan waktu yang berjalan. Kamu tidak lagi bersedia berada di sampingku. Bahkan untuk sekadar berkabar saja kamu enggan. Sementara dulu, kamu adalah orang yang akan selalu membuka hari denganku walau hanya dengan sebuah kabar melalui via telepon bahkan melalui segala akun sosmed. Karena aku tahu segala keadaan jarak yang mungkin tidak mendukung.

Sekarang aku hanyalah orang yang mencoba membiasakan diri tanpamu. Menjadi orang lain. Bertemu teman baru, berkenalan dengan mereka, lalu bercerita perihal yang membuatku merasa tidak menjadi diriku. Aku tidak bahagia jika harus melupakanmu. Dan lebih tidak bahagia lagi dengan caramu menjauhiku. Namun, aku teramat paham. Aku saja yang tenggelam, aku tak akan mampu memaksakanmu untuk tetap diam bersamaku, untuk tetap menjadi seseorang yang memperjuangkanku, seperti dulu. Dan mungkin kalau saja ada hal baru telah membuatmu merasa aku adalah orang asing bagimu.

Dan aku barangkali hanyalah sehelai daun di antara rimbunnya hidup yang kau punya. Kau punya ranting dan dahan, serta batang yang kuat. Sementara aku semakin hari semakin menguning. Pelan-pelan mulai digoyah oleh angin. Namun, jatuh dan berterbangan tanpa arah bukanlah hal yang menyenangkan. Aku melayang-layang tanpa tujuan. Jatuh ke tanah. Lalu dipaksa menyerah.  Dipaksa iklas akan hal-hal yang tak ingin kulepas. Aku ingin bertanya. Pada bagian ini apakah yang menyenangkan dari jatuh cinta?

Bagaimana mungkin kau yang menabur janji, kini kau cabut sendiri. Kau seperti orang yang tidak mengenalku. Kau biarkan aku tertinggal dengan perasaan yang kau tanggalkan. Hati yang tak bisa bersama denganmu. Dan bagian tersakiti dari semua itu saat kau katakan, ‘kita ingin bersama‘. Namun tak mampu berbuat apa pun untuk itu semua itu. Dan daun yang kerap mendoakanmu agar bahagia ini, akhirnya harus sendirian menerima sedih dan mencoba berjuang sendiri merelakan semua kejadian ini.

4. Dengan segala ketidaksempurnaan ini, aku membiarkan diriku terluka untuk kedua kalinya

membiarkan diri ini terluka lagi

Beberapa tahun yang sudah terlewati, sebelum kita saling mengenal. Aku berjuang sendiri untuk berdamai dengan segala kepahitan masa lalu dan mengubur semua kenangannya. Sampai aku memberanikan diri untuk membuka hati kepadamu. Aku dikenal bukan dengan tipikal wanita yang  mudah untuk membuka hati pada setiap pria yang mencoba mendekati. Entah bagaimana keadaan merubahku, dan mengarah kepadamu. Hingga aku sempat berharap penuh. Bahkan dengan segala tindakanmu yang membuat aku semakin jatuh kedalam zona nyamanmu .Dan aku yang terbawa terlalu dalam, sampai pada saat aku lupa batasan-batasan dari sebuah pengalaman dari luka dimasa lalu.

Hingga pada saat itu juga, aku harus merasakan sakit untuk kedua kalinya. Mungkin kamu tidak merasakan bagaimana sesaknya. Bahkan untuk menanyakan keadaanku pada saat itu pula, kamu tidak peduli sama sekali. Mungkin juga kamu tahu bagaimana rasanya menjabarkan sedih, tidak akan cukup jika hanya sekedar kata pedih. Dengan segala hal hal kecil ini mampu membunuh kita dengan cara yang lebih besar, perlahan lahan dalam jangka waktu yang panjang.

Aku terluka untuk kedua kalinya… Aku terlalu menyiksa diriku…

Aku sempat lupa bahwa diri ini berharga… 

5. Namun dari kejadian ini, aku berterima kasih untukmu yang telah mengajarkan arti sebuah kedewasaan

terimakasih untuk semuanya

Mungkin dengan segala ketidaktahuan olehku, bagaimana aku harus menebus segala kesalahan kesalahan yang mungkin melukaimu sebelumnya. Sehingga kamu bertindak seekstrim itu terhadapku. Tanpa aku tahu semuanya. Pada keputusanmu pergi tanpa pamit lalu menghilang secara perlahan-lahan.

Terimakasih untukmu yang sempat hadir dalam hidupku. Kamu yang sempat membuat aku berharap dengan segala rasa nyaman yang kau berikan padaku. Lalu menjatuhkan aku kembali hingga pada sakit yang tak terkatakan olehku.Terimakasih untukmu yang dulu sempat selalu aku semogakan dalam setiap doa yang kupanjatkan kepada Tuhan.Terimakasih untuk indah cerita suka duka yang kamu bagikan kepadaku.Terimakasih untuk segala kebahagiaan sementara yang sempat kau berikan kepadaku. Terimakasih untuk setiap tawa yang selalu kau hadirkan dalam setiap cerita kita.Terimakasih sudah menawarkan masa depan kepadaku.Aku hanya ingin berterima kasih kepadamu.Terimakasih untuk segalanya.

Aku hanya bisa menyampaikan sebuah pesan “permintaan maaf” melalui tulisan ini. Dan aku selalu berharap dalam setiap doa yang kupanjatkan, semoga kamu dapat dipulihkan olehNya. Mengerti alasan dari sikapku yang selama ini membuatmu menjadi sosok orang yang memilih bersikap “Diam Tanpa Kata” kepadaku.

Ada satu hal yang perlu kau ketahui dan ingat, semenjak kau hadir dalam hidupku itu sudah cukup merubah banyak hal tentangku dan sudah pasti paham betul akan hal itu.Namun kepergianmu pula yang membuatku banyak belajar. Tentang tanggung jawab, komitmen dan konsistensi.

Tapi dengan segala kejadian ini, kini aku sadar bahwa hal ini membuat aku mengerti arti sebuah kedewasaan. Hatiku sekarang sudah jauh lebih tenang. Kukembalikan kendali hatiku pada sang pemilik hati. Kukeluhkan semua tentangmu padaNya yang lebih tahu alur hidupku. Disini aku masih berjuang memenangkan hatiku, dan menatanya kembali. Tak da sedikitpun rasa penyesalan dihatiku, aku hanya ingin berdamai dengan segala keadaan ini.

Berbahagialah. Disini doaku masih akan selalu sama. Semoga Tuhan selalu menjagamu dalam setiap perjalanan cerita indah hidupmu dimasa yang akan datang.

 

Salam dariku,

Wanita yang tidak pernah bisa memilikimu, seseorang yang selalu mengagumimu dalam sendu.

6 Tanda yang Menunjukkan Jodohmu Sudah Ada di Depan Muka. Kamu Belum Sadar Aja..

Jodoh kadang memang sensitif untuk dibicarakan. Terlebih bagi kita yang memang berusia siap menikah dan sudah mulai mapan. Ketika kamu masih belum menemukan pasangan di usia yang sudah matang, bayangan soal jodoh bisa jadi momok yang mengerikan.

Tapi entah kenapa banyak diantara kita yang jika bicara jodoh, sedikit banyak akan merujuk kepada orang baru yang menarik perhatian. Tapi tidakkah kamu tahu, yang namanya jodoh adalah pemberian Tuhan.? Tak melulu datang dengan wajah asing, bisa jadi jodoh adalah dia yang sedari dulu menemani walaupun tanpa kamu sadari.

Atas dasar itu, berikut Hipwee berikat beberapa tanda bahwa sebenarnya kamu sudah ketemu dengan jodohmu dan kamu cuman gak sadar aja~

 

 

Kamu mengakuinya sebagai telinga yang setia. Kamu selalu didengar dengan sabar tanpa pernah mengeluh atas panjangnya cerita

Dia selalu ada untuk mendengar segala ceritamu

Dia selalu ada untuk mendengar segala ceritamu

Pacar bukan gebetan bukan. Tapi entah kenapa kamu selalu datang kepadanya saat kamu ada masalah. Terlepas apakah itu masalah dengan keluarga, pacar atau masalah lain yang membuatmu merasa terbebani. Kamu selalu menyempatkan diri untuk berbincang dengannya. Mengutarakan segala uneg-unegmu kepada dia yang statusnya tak lebih dari sahabat aja. Tapi toh dia tak mengeluh dengan curhatanmu. Dia malah selalu setia mendengar dan sesekali memberi masukan saat kamu minta.

 

 

Dia tidak pernah meninggalkan walau kamu punya pacar baru. Malah dia mau lebih mengenal calon pilihanmu

Dia akan menjagamu meski dia bukan pacarmu

Dia akan menjagamu meski dia bukan pacarmu

Bukan berarti dia tak punya persaan apa-apa kepadamu, tapi mungkin dia lebih mementingkan kebahagiaanmu daripada dirinya sendiri. Ketika kamu memutuskan untuk mencari seseorang yang baru untuk mengisi harimu, dia tetap setia mendampingi. Memastikan bahwa kamu akan baik-baik saja saat menjalin hubungan dengan dia yang kamu pilih. Karena kamu dan dia sudah saling mengenal lama, tentu dia tau orang seperti apa yang kamu damba. Itulah kenapa dia ingin memastikan pilihanmu tepat atau tidak.

 

Kehadirannya di sekitarmu membuatmu merasa nyaman dan bahagia. Sudah. Begitu saja

Dengan dia ada disekitarmu, kamu jadi merasa lebih nyaman

Dengan dia ada disekitarmu, kamu jadi merasa lebih nyaman

Disadari atau tidak, adanya dia disekitarmu membuatmu merasa lebih tenang dan nyaman. Mungkin karena memang pembawaannya yang sedari dulu dekat denganmu sehingga kamu merasa seperti itu. Kenyamanan yang dia berikan tak hanya kamu rasa saat kalian tengah jalan berdua. Ditengah ramainya kerumunan sahabat-sahabat lain pun kamu merasakan rasa nyaman yang beda saat kamu tau dia ada disana. Pun demikian dengan jodoh. Bukan kah jodoh adalah orang bisa membuatmu merasa nyaman?

 

 

Kadang jodoh itu memang sederhana. Kalian bisa belum saling suka. Tapi perhatian selalu ada

Perhatian yang dia berikan kepadamu adalah bukti bahwa bisa jadi dia jodohmu

Perhatian yang dia berikan kepadamu adalah bukti bahwa bisa jadi dia jodohmu

Mungkin perhatiannya kepadamu tak tertuang dalam “Aku sayang kamu”, tapi toh dia setia menemani dan memberi nasihat kepadamu. Pertanyaan seputar kesehatanmu hingga kerelaannya untuk menemani dan mengantar adalah bukti nyata perhatian yang dia berikan kepadamu. Meski memang tak dilandasi dengan kalimat “aku cinta kamu”, tapi buktinya itu menunjukkan bahwa dia sebenarnya perhatian kepadamu. Hanya saja mungkin kamu dan dia sama-sama belum tau tentang makna perasaan itu.

 

 

Disadari atau tidak, kalian sama-sama terikat. Sejauh apapun menjauhkan diri, ujung-ujungnya akan tetap saling mendekat

Meski pernah berpisah, tapi ujung-ujungnya ketemu lagi

Meski pernah berpisah, tapi ujung-ujungnya ketemu lagi

Sudah berapa lamu kamu tak menghubunginya karena kamu sibuk dengan urusanmu? Sudah berapa lama dia juga tak menghubungimu karena sibuk dengan orang yang dia kira adalah jodohnya? Tak berapa lama kamu dan dia mencoba untuk saling menjauhkan diri, ujung-ujungnya kalian akan dipertemukan lagi. Bisa jadi memang takdir sedang bermain di pertemuan itu. Atau hatimu dan hatinya yang memang tak tahan untuk lama-lama saling menjauhi. Kalau yang seperti ini bukan jodoh, lantas jodoh itu yang seperti apa?

 

 

Karena jodoh adalah cerminan diri. Tak perlu kata darinya untuk melecut semangat, cukup melihat dia berusaha dalam hidupnya akan membuatmu berusaha lebih giat

Melihatnya semangat akan membuatmu termotivasi

Melihatnya semangat akan membuatmu termotivasi

Banyak yang bilang bahwa jodoh adalah cerminan diri dan hal itu tepat sekali. Ketika meliahatnya berusaha sekuat tenaga untuk masa depan, kamu merasa terlecut untuk berusaha juga. Ketika berbica dengannya, kamu pun selalu jadi lebih semangat untuk menjadi lebih baik dari sekarang. Mungkin secara tidak sadar kamu juga ingin memantaskan dirimu untuknya, itulah kenapa dia cocok untuk motivator sekaligus jodoh untukmu. Bukankah memang jodoh adalah dia yang bisa membuatmu berusaha memperbaiki diri?
Nah, itu tadi beberapa tanda-tanda orang yang sebenarnya punya potensi buat jadi jodohmu tapi kamu anggap dia hanya sahabat belaka. Coba deh dilihat lagi orang-orang terdekatmu. Ada gak yang kayak gitu? Kalau ada, siapa tau dia jodohmu. :)