Pria lebih tega dibandingkan wanita

Ketika Anda melihat ada orang yang celaka di tempat umum atau sedang mengalami musibah, bagaimana perasaan Anda? Mungkin ada yang sedih, simpati, atau justru senang. Eh, kok bisa senang ya?

Ternyata masih banyak orang di dunia ini yang gembira hatinya pada saat melihat orang lain sedang kesusahan. Malah menurut sebuah penelitian di University College, London, ternyata pria lebih suka melihat orang lain menderita dibanding wanita.

Istilah yang disebut “schadenfreude” (dari asal kata bahasa Jerman) itu kini bisa dibuktikan melalui pengujian klinis secara ilmiah, dengan menggunakan pemindaian teknik otak. Para peneliti kemudian membandingkan bagaimana pria dan wanita bereaksi saat melihat orang lain sedang menderita.

Jika yang kesusahan itu adalah orang yang disukai, area pada otak merespon rasa empati dan sedih, baik pada pria maupun wanita. Bedanya, wanita tetap menunjukkan respon yang sama meski mengetahui bahwa yang sedang kesusahan itu adalah orang yang mereka benci. Sedangkan pria menunjukkan aktivitas otak yang sebaliknya.

Menurut Dr Klaas Enoo Stephan, seorang anggota proyek penelitian itu, meski responnya berkurang namun wanita tetap punya perasaan empati. Berbeda dengan pria yang perasaan empatinya ternyata tidak permanen. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa respon empati pada pria terbentuk oleh kebaikan sikap orang lain yang dilihatnya.

Respon empati kaum pria terhadap orang lain tidak terjadi secara otomatis, melainkan sudah terbentuk sejak lama, dan sangat dipengaruhi oleh hubungan emosional dengan orang yang sedang mengalami musibah atau kesusahan.

Hal itu terbukti, pada saat sebanyak 32 responden pria dan wanita diminta melakukan sebuah permainan, dimana mereka harus menukarkan uang yang mereka miliki dengan empat orang “aktor” yang sengaja dilibatkan dalam permainan tersebut.

Keempat orang “aktor” itu punya karakter yang berbeda-beda. Ada yang jujur, karena mengembalikan uang sama jumlahnya dengan yang sudah diberikan. Tapi ada juga yang curang, karena cuma mengembalikan uang dalam jumlah sedikit, malah ada yang tidak mengembalikan uangnya sama sekali.

Setelah melakukan eksperimen itu, para responden kemudian dipindai otaknya sambil menyaksikan keempat “aktor” tadi (baik yang jujur maupun yang curang) disetrum dengan aliran listrik yang kekuatannya mirip seperti sengatan lebah.

Para peneliti kemudian mengamati reaksi yang terjadi pada para responden dari aktivitas otaknya, yang dihubungkan dengan perasaan sedih dan empati ketika melihat para “aktor” itu mengalami penderitaan. Setelah itu, para responden diminta untuk mengisi sebuah kuesioner.

Hasilnya, ternyata kebanyakan pria mengaku bahwa mereka sangat ingin melakukan “balas dendam” ketimbang wanita, dan merasa sangat senang ketika melihat orang yang berbuat jahat pada mereka mendapatkan hukuman.

Tetapi untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dan luas cakupannya, masih dibutuhkan banyak penelitian lanjutan. Sebab menurut Dr Tania Singer, ketua proyek penelitian itu, hasil dari ekperimen yang mereka lakukan masih lebih menitik-beratkan pada unsur fisik ketimbang unsur psikologis atau finansial yang juga ikut dilibatkan saat melakukan pengamatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s