Tanggapan Mengenai Novel Laskar Pelangi

Novel Laskar Pelangi adalah novel yang sangat menggugah hati orang yang membacanya. Novel ini benar-benar memberikan pelajaran berharga tentang kehidupan. Mengajarkan banyak hal kepada kita, misalnya bahwa sesuatu yang kita inginkan dapat terwujud jika kita mau berusaha dan bekerja keras.Masa kecil pun tak dapat menjamin masa depan. Yang mengesankan dari novel ini adalah kisah perjuangan Lintang, anak seorang nelayan miskin yang sangat pintar bahkan jenius. Dengan keadaan yang penuh dengan keterbatasan, Lintang tetap semangat dan gigih demi mendapatkan pendidikan. Pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda dengan jarak 80 km pulang pergi menuju sekolah. Namun semua perjuangan Lintang ini harus berakhir mengharukan. Lintang yang sangat pintar ini harus berhenti sekolah karena ayah Lintang meninggal dunia dan Lintang harus bekerja untuk menanggung beban hidup 14 orang anggota keluarganya. Kepergian ayah Lintang untuk selama-lamanya ini justru ikut membunuh cita-cita agung anaknya. Perjuangan Lintang untuk mendapatkan pendididkan harus berakhir demi keluarganya. Lintang pun mengorbankan cita-citanya. Perjuangan dan pengorbanan Lintang begitu luar biasa. Dari kisah Lintang ini, kita bisa belajar bahwa setiap orang, bagaimana pun terbatas keadaannya berhak memiliki cita-cita dan keinginan yang kuat untuk mencapai cita-cita itu mampu menimbulkan prestasi-prestasi lain sebelum cita-cita sesungguhnya tercapai
Kisah Laskar Pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa, dan menangis bersama. Di sekolah Muhammadiyah, mereka semua belajar memahami arti keikhlasan, perjuangan dan saling mendukung.
Masa kecil tak dapat menjamin masa depan seseorang. Itulah yang terjadi diantara anggota Laskar Pelangi. Syahdan yang masa kecilnya adalah anak yang paling sering disuruh-suruh, tak pernah sekali pun diminta pertimbangan jika Laskar Pelangi mengambil keputusan, selalu kalah dalam lomba apa pun, dianggap tak penting jika mereka membentuk tim dan ia sangat gagap teknologi. Setelah dewasa, dilihat dari sudut pandang material ternyata Syahdan paling sukses diantara anggota Laskar Pelangi lainnya. Syahdan berhasil menjadi Network Designer dan mendapatkan beasiswa short course di bidang computer network di Kyoto University, Jepang. Kucai yang dahulu masa kecilnya adalah seorang anak yang paling lemah otaknya di kelas, kini setelah dewasa ia menjadi Drs. Mukharam Kucai Khairani, MBA. Seorang ketua fraksi di DPRD Belitong dan gelar akademiknya paling tinggi diantara lainnya. Lintang yang masa kecilnya adalah anak yang jenius, bahkan kejeniusannya menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. Setelah dewasa, Lintang hanya menjadi seorang supir karena setelah ayahnya meninggal ia tak dapat melanjutkan sekolah.
Kita tak dapat menduga apa yang akan terjadi di masa depan nanti, semua bisa saja terjadi.
Keberhasilan dan kesuksesan dapat diraih oleh siapa pun dengan semangat, kerja keras dan perjuangan walaupun keadaan penuh dengan keterbatasan…

~ Amanda ~

One thought on “Tanggapan Mengenai Novel Laskar Pelangi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s