Sebuah Percakapan Yang Tak Pernah Kau Dengar

  • Otak: udahlah ta, nggak usah terus dipandangin fotonya
  • Mata: berani kamu ngomong gitu ke aku? Kamu aja sampai saat ini masih terus mikirin dia kan?!
  • Otak: aku terus mikirin dia gara-gara kamu dan telinga!
  • Telinga: kenapa jadi aku?
  • Otak: kamu terus-terusan dengerin suaranya, setiap hari yang kamu dengarkan hanyalah lagu-lagu yang dia nyanyikan untukmu
  • Telinga: jangan salahkan aku, salahkan tangan! Tangan yang memutar lagu itu. Dan lihat saja, tangan masih saja memeluk boneka beruang hadiah darinya.
  • Tangan: salahkan mulut! Mulut tak pernah henti bercerita tentangnya
  • Mulut: salahkan jantung! Jantung masih saja berdegup kencang setiap berpapasan dengannya
  • Jantung: salahkan jemari! Untuk apa jemari masih menulis segala hal tentang dia?!
  • Hati: sudahlah.. kalian jangan saling menyalahkan, semua salahku. Aku merindukannya, sehingga semua yang kalian lakukan hanya tentangnya. Sejujurnya aku berat melepasnya. Aku masih menyimpan rasa untuknya. Aku ingin sekali membuangnya, namun rasa itu terlanjur menyebar. Semuanya salahku. Maafkan aku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s