Terima Kasih dan Cukup Sekian Sampai Disini..

Tatapan malam tiba-tiba membuatku berpikir

Membawaku kembali ke moment itu

Saat dimana hanya aku dan kamu

Bersama pembicaraan yang cukup menguras emosi itu

Saat kita bicara dari hati ke hati

Saat sebuah kenyataan yang sangat berat harus kuungkapkan padamu

Saat itu pertama kali kulihat tatapanmu bersama uraian airmata

Saat itu pertama kali kulihat tatapanmu yang penuh keseriusan berbicara denganku

Entah hatimu tersentuh pernyataanku atau kamu teringat hal lain

Kamu tahu dan ungkapkan bahwa aku harus berusaha untuk bahagia

Kamu tahu merasa tak bahagia, tersakiti dan emosi negatif lainnya akan bisa melumpuhkan bahkan mematikanku perlahan

Lalu kini.. apa yang kamu lakukan sayang..

Lebih baik  bunuh saja aku

Daripada kau membuatku tersiksa dan mati perlahan

Sampai sebegitu tak punya hatikah kamu tega terus begini

Bahkan disaat aku pun harus terus berjuang mempertahankan nafas kehidupanku..

Mungkin aku yang sudah terlalu bodoh selalu positive thinking padamu

Hingga sampai saat tersulit dalam hidupku tetap harus aku lalui sendiri tanpa dukunganmu

Hal itu mungkin rupanya tak dapat menyentuh hatimu

Saat semua orang begitu khawatir, menjaga dan selalu mengingatkanku

Kamu malah bersikap sebaliknya..

Lalu apa artinya tetesan airmatamu saat pembicaraan kita kala itu.. ?!?!

Hanya rasa iba belaka kah?

Namun apapun yang kamu pikirkan tentangku dan semua yang telah kita lalui bersama,

Terima kasih untuk hari-hari manis yang telah kita lalui

Terima kasih telah membuatku belajar tegar saat kamu datang, pergi dan kembali sesuka hatimu

Terima kasih telah mengajarkanku bertahan dalam pengabaian saat peduli

Terima kasih telah mengajarkanku sendiri saat membutuhkanmu

Terima kasih atas semua rasa suka dan duka yang kamu hadirkan selama 7 tahun ini

Aku rasa sudah cukup aku bertahan melalui hari-hari bersamamu

Karena sekarang kamu pun sepertinya sudah tak membutuhkan aku lagi

Jadi untuk apa lagi aku bertahan jika kehadiranku bahkan tak lagi kau anggap ada

Mungkin memang sudah jalanku menemani saat perjuanganmu, menempuh pendidikan dan awal karirmu

Semoga akan ada yang menemani kesuksesanmu, yang lebih baik dari aku

Semoga kita hanya berpisah jarak dan hati

Bukan terpisah oleh kematian

Jangan pernah ada penyesalan dikemudian hari dengan semua yang telah terjadi pada kita

Aku hanya tokoh dalam alur cerita yang telah Tuhan siapkan..

Dengan penentuan akhir yang kamu sia-siakan

Memang tak pernah ada perpisahan yang mudah

Aku pasti bisa..seperti kamu yang mudah melupakanku

Aku tak ingin menjadikan akhir sisa hidupku sia-sia dengan ratapan dan airmata

Masih banyak hal-hal yang harus aku perjuangkan

Namun aku akan berhenti perjuangkan kamu sampai disini

Semoga kamu selalu dalam bahagia

Doaku selalu dalam setiap langkahmu…

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s