Pembelajaran..

Senja memandangku enggan beranjak

Memperhatikan apakah masih ada airmata atas hati yang telah tersakiti

Tenang saja aku telah disadarkan mentari pagi ini

Mentari yang tetap bersinar dengan bahagianya

Walau terkadang dicaci manusia karena memanaskan kulit

Namun mentari tetap dengan senyumnya menyinari hari selalu

Aku pun harus bisa lebih tegar

Merasa tersakiti ada terasa karena kita yang mengijinkan hati tuk merasakannya

Kepercayaan terluka karena mengijinkan orang lain masuk dalam lingkup kepercayaan yang telah kita bangun

Hujan takkan berderai selamanya

Hujan adalah warna dalam cerahnya hari yang setelahnya memberikan keindahan pelangi

Sama halnya dengan masalah dalam kehidupan yang mewarnai hari kehidupan

Takkan hadir masalah tanpa jalan keluar

Hanya saja terkadang kita terlalu dibutakan oleh masalah itu sendiri

Sehingga jalan keluar yang sebenarnya sudah ada dihadapan tak mudah terlihat

Tak ada guna mengeluhkan yang terjadi

Daun saja tak pernah mengeluh walau musim semi selalu menggugurkan daunnya

Hanya rangkaian doa dalam sujud tempatku mengadu padaMu

Semua akan indah pada waktunya..

Memaafkan dan mengikhlaskan adalah pelajaran tanpa henti selama nafas masih Tuhan curahkan

Walau melupakan adalah proses penyembuhan yang membutuhkan waktu..

 

-AA-

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s