Peluklah Amarahmu Dengan Mengingat Hal-Hal Ini Agar Hidup Lebih Bahagia

Amarah, bisa menjadi bom waktu dan bisa terjadi sewaktu-waktu. Orang paling sabar pun akan marah pada waktunya. Karena bersabar tak selalu bisa menyalurkan ketidakpuasan dan rasa sakit. 

Beberapa orang tak menyadari bahwa sebenarnya mereka menyimpan dan menumpuk amarah, bukan hanya menahannya. Inilah yang apabila dikumpulkan lama-kelamaan menjadi kekecewaan dan kebencian berlebih yang bisa membunuh perasaan orang itu sendiri. 

Hal ini terjadi karena lama-kelamaan ruang hati akan penuh dengan rasa kecewa dan marah. Tak ada ruang lagi untuk memberikan rasa toleransi karena tanpa sadar, kita belum merelakan amarah itu. Melelahkan bukan?

Agar kemarahan tak mencengkeram Anda, peluklah kemarahan itu dengan mengingat beberapa hal ini. 

  • Setiap akan tidur, maafkanlah semua orang, termasuk diri Anda. Bila ada yang masih mengganjal, semoga besok Anda berkesempatan menyelesaikannya. 
  • Bertekad menyelesaikan masalah antara Anda dan orang lain memerlukan kesungguhan. Masalah ditolak atau tidak, itu urusan nanti, yang penting Anda sudah berinisiatif untuk mencari solusi yang baik. 
  • Setelah menyelesaikan masalah, apapun hasilnya, ikhlaskan dan tataplah masa depan. Move on kalau bahasa kerennya jaman sekarang. Berkutat pada masalah yang sama akan membuat Anda membicarakan hal yang sama dari waktu ke waktu dan mengerdilkan EQ Anda sendiri. 
  • Tak ada masalah yang tak memberikan penguatan. Dalam sebuah permasalahan, Anda tentunya akan belajar akan banyak hal, terutama untuk jujur, fair dan menerima kesalahan. Agar masalah Anda tak menjadi amarah yang menggarang, jadikan masalah sebagai media pembelajaran hidup. 
  • Jangan menyimpan dendam. Karena di ujung dendam, sudah menanti penyesalan. Menyimpan dendam dalam waktu yang lama akan membuat Anda menyadari bahwasanya selama ini Anda menyia-nyiakan banyak waktu hanya untuk satu masalah. Padahal ada banyak hal baik yang menanti Anda andai kata mau melepaskan dendam itu. 

Amarah yang menguasai manusia itu cenderung mengurung mereka dalam batasan yang dibuat sendiri. Lepaskanlah cengkeraman amarah itu dan jadilah jiwa yang bebas dan bahagia. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s