8 Hal Ini, Hampir Tiap Hari Dialami Olehmu yang Lembut dan Sensitif di Hati !

Kita hidup di dunia yang semakin membingungkan. Mereka yang mem-bully malah populer sementara yang berperasaan sensitif sering dijadikan olokan. Padahal sangat penting bagi kita untuk mengerti bagaimana orang-orang dengan hati sensitif ini menjalani kehidupan sehingga mereka merasa diperhatikan dan tak tersisihkan. Apalagi, orang berhati sensitif sebenarnya bisa menyejukkan suasana dan menjadi teman yang jenaka.

Apa saja suka duka yang mereka rasa?

 

Sedari kecil kamu paling anti sama acara dengan adegan kekerasan. Rasanya pengen nangis dan segera mematikan tivi.

Adegan kekerasan paling nggak kamu suka

Film bertema kekerasan atau melihat perkelahian binatang di tivi selalu kamu hindari. Bukan karena nggak suka, hanya saja kamu seolah bisa merasakan bagaimana rasanya jadi hewan-hewan yang diburu untuk menjadi mangsa bintang yang lebih kuat. Alhasil setiap ada acara dokumenter tentang hewan-hewan, kamu pun menjadi parno dan selektif memilih acara mana saja yang mau kamu tonton.

 

Kalau lihat binatang lucu di jalan, rasanya pingin kamu ambil terus pelihara di rumah.

Tega nggak sih ngebiarin kucing lucu ini di jalan? :(

Ketika sedang berada di luar rumah dan tiba-tiba ada kumpulan anak kucing lucu atau burung gereja, rasanya getel banget tangan kamu buat ngambil mereka terus dipelihara di rumah. Rasa tidak tegamu seringkali membuatmu trenyuh ketika melihat binatang terlantar di jalanan. Tak jarang kamu sering memberi makan mereka yang terlantar meskipun kamu tahu pertolongan kamu belum cukup membantu.

Eitss… tapi jangan asal ngambil anak-anak kucing yang di jalanan ya. Bisa jadi ibu kucing sedang mencari makan entah di mana dan meninggalkan anak-anak mereka di satu tempat. Jika salah satu dari anak kucing itu kamu ambil, nanti ibu kucing nyariin dong. Apa nggak lebih kasihan lagi kalau ibunya kehilangan anaknya?

Uhh…

 

Jika ada pedagang asongan yang sudah lanjut usia, hati ini paling tidak tahan untuk menolak apa yang mereka jajakan.

Pedagang tua renta

Rasanya gimana sih, kalau lihat pedagang asongan yang udah lanjut usia dan masih bersemangat menjajakan barang dagangannya? Jika kamu memiliki hati yang sensitif, rasanya kayak ditampar. Banyak pelajaran yang mendadak bisa kamu lihat dari kehidupan pedagang asongan lanjut usia.

Mulai dari bagaimana mereka masih berjuang untuk kehidupan hingga bagaimana kisah mereka sampai masih berjualan di usia senja. Rasa penasaran kita memaksa kita untuk membentuk sebuah pandangan iba terhadap mereka. Dan mau nggak mau kamu akan merogoh saku untuk membeli dagangan bapak ibu tersebut meskipun ketika mereka telah pergi kamu baru sadar kalau kamu sebenernya nggak butuh.

Ah nggak apa-apa. Nggak tiap hari, kok!”

 

Memiliki hati yang terlalu perasa kadang membuatmu tidak bisa memejamkan mata karena memikirkan deretan kata yang pernah kamu ucapkan.

Kamu sering kepikiran kata-kata temen yang agak nyelekit

Temen: “Kamu mau makan gorengan nggak?”

Kamu: “Nggak deh, makasih.”

Temen: “Yaelah sombong amat gak makan gorengan.”

Kamu: *nyengir karena sebenernya kamu lagi radang tenggorokan*

Dan sampai rumah kamu nggak bisa tidur karena dikatain sombong sama temenmu. Padahal temenmu juga nggak berniat buat menuduhmu sombong, dia hanya bercanda. Namun hati sensitifmu kadang terlalu peka sehingga membuat pikiranmu kemana-mana sedangkan inti pembicaraan sebenarnya di situ-situ aja.

Saran Hipwee nih, jangan terlalu memikirkan apa perkataan orang terhadapmu karena mereka sebenernya nggak tahu apa yang sedang kamu rasakan. Sekiranya ada yang mengganggu pikiran, kamu pun masih bisa untuk menanyakannya langsung kepada yang bersangkutan dengan cara baik-baik, jadi rasa bersalah penasaranmu terjawab!

 

Salah satu kelemahan orang dengan hati sensitif, jika melakukan kesalahan bisa menyesal sampai berhari-hari.

Menyesal

Jika sebuah kesalahan dilakukan oleh orang yang berhati sensitif, sudah bisa dipastikan bahwa dia bakal nggak bisa tidur semalaman, atau bahkan berbulan-bulan. Mereka sering berpikir bahwa kesalahan yang mereka lakukan benar-benar fatal dan tak termaafkan. Dan seringkali pemikiran mereka yang mudah terhanyut membuat kehidupan mereka menjadi semrawut. Malas makan gara-gara di kantor telat 15 menit dan ternyata ada rapat, ah sudah biasa.

 

Menjadi tempat curhat teman-teman sudah menjadi agenda harian karena di antara mereka kamulah yang paling sering menggunakan perasaan.

Curhat

Temen: “Gue mau curhat, dong!”

Kamu: “Pasti soal baju ya? Kamu masih bingung mau pake baju warna apa?

Temen: “IYAAA… Duh kamu kok ngertiin aku banget sih? Aku masih bingung nih bla bla…”

Menurutmu kamu sih biasa-biasa aja. Tapi teman-temanmu berkata lain. Kamu sering jadi sasaran curhat mereka karena mereka beranggapan bahwa perasaanmu yang peka itu mampu mengerti kegalauan dan masalah yang sedang mereka hadapi. Jadi jangan suka mengeluh ya kalau teman-temanmu sering curhat. Itu tandanya bahwa kamu memang sosok yang dapat dipercaya dan mampu untuk membantu permasalahan yang mereka hadapi.

 

Menjadi orang dengan hati sensitif kadang memang membuatmu meringis. Disaat orang-orang bisa tenang menghadapi masalah, kamu malah lebih sering menangis.

Nggak tega!

“Jadi orang peka itu nggak selalu enak!”

Pasalnya, mau nggak mau kamu akan selalu memikirkan hal-hal yang nggak orang lain pikirkan. Misalnya ketika kamu melihat sebuah berita mengenai kuda betina yang melahirkan di jalanan Jogja. Kamu nggak pernah berani untuk membaca berita tersebut sampai habis.

“Nggak tega, tahu!” *sambil nangis*

Jika orang lain membaca berita tersebut dengan perasaan biasa saja, berita seperti ini bisa menjadi sebuah siksaan tersendiri untuk kamu yang memiliki hati sensitif. Ah, sudahlah… tak perlu dijelaskan lebih banyak lagi…

*ambil tisu*

 

Di dunia yang kejam ini, keberadaan orang-orang sensitif semakin menipis. Maka bersyukurlah kamu masih diberi hati yang berfungsi dengan baik, saking baiknya sampai terlalu sensitif.

Happy

Jauh di dalam hati orang-orang berhati sensitif/lembut sebenarnya hanya menginginkan kedamaian. Mereka hanya nggak mau kekerasan semakin merajalela. Dan seringkali kesensitifan hati mereka juga membawa kesadaran bagi sekitarnya.

Teman-teman kamu yang sebelumnya biasa aja kalau ada kucing liar di jalanan, perlahan mulai ikut-ikutan kamu untuk memberi makan mereka yang terlantar. Hey, berhati sensitif nggak selalu menyesakkan, bukan? Bersyukurlah bahwa hatimu yang sensitif itu bisa membawa perubahan positif bagi sekitarmu. Stay sensitive! *eh*

 

“Softhearted people are not fools, they know what people did to them but they forgive again and again because they have beautiful hearts.” – Anonymous

 

 

 

Sumber : http://www.hipwee.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s