Meski Memutuskan Untuk Tak Pacaran, Kamu Tetap Bisa Memahami Kekasih Halalmu Setelah Menikah

Setelah menikah, kehidupanmu tentu akan berubah. Kamu mulai meninggalkan keluargamu untuk membentuk keluarga baru dengan pendamping hatimu. Tapi yang lain dari yang lain, kamu dan istri atau suamimu memutuskan menempuh hidup baru tanpa pernah berpacaran. Aneka pertanyaan pun datang, misalnya, “Kok berani sih? Gimana nanti bisa ngejamin kalau kalian bakal serasi?”

Tapi sebenarnya, tanpa proses pacaran pun kamu yakin akan tetap bisa memahami pasanganmu. Terutama, lewat momen-momen kecil tertentu di bawah ini.

 

Sebelum menikah, kamu cukup mengenalnya dengan baik, tapi tentu belum tahu kebiasaannya di rumah secara mendetail

kamu cukup tahu dia sampai batas tertentu

Tanpa pacaran, bukan berarti kamu tidak mengenalnya sama sekali. Kamu cukup tahu latar belakangnya dengan baik. Tentang keluarga, pendidikan, pergaulan, pekerjaan, kamu telah mengetahuinya. Kamu juga sudah sering mendengar kepribadiannya dari orang-orang di sekelilingnya. Bisa dikatakan kamu sudah mengenal sisi luar pasanganmu.

Kebiasaannya di rumah yang belum kamu ketahui sama sekali memang membuatmu was-was. Bagaimana jika kebiasaan kalian sangat jauh berbeda. Apakah dia bisa menerima kebiasaanmu itu? Atau kamu yang harus menyesuaikan diri dengan kebiasaannya? Tapi rasa was-was ini tak mengapa, karena kamu yakin bisa menyesuaikan diri apapun yang terjadi.

 

Tapi toh setiap pengantin baru memang harus beradaptasi. Tak perlu meniru sepenuhnya kebiasaannya di rumah, kamu bisa membuat ‘tradisi’ keluarga kecil kalian sendiri.

membangun tradisi sendiri

“Sayang, sarapannya sudah aku siapkan,”

“Duh, aku nggak biasa sarapan. Mama aku cuma nyiapin susu aja biasanya kalau pagi,”

“Oke! Terus makan siang sama malam, mama kamu biasanya nyiapin apa biar aku nggak salah lagi?”

“Lho kok jadi sewot…”

Sebetulnya, kamu tak perlu risau karena perbedaan dalam kebiasaan kalian itu sangat wajar diawali pengantin baru. Tak hanya kamu, dia pun juga sedang beradaptasi dengan keluarga baru kalian. Daripada bingung siapa harus mengikuti siapa, kenapa tidak membentuk kebiasaan baru miliki kalian berdua.

“Sarapan paginya kamu siapin jadi bekal aja deh, Beib. Jadi nanti kalau laper di kantor, bisa aku makan.”

 

Tak bisa dipungkiri, kadang kamu merasa aneh dengan hal-hal yang dilakukannya. Tapi ini masih bisa ditoleransi dan kadang justru menambah bumbu hubungan

Duh, dia kalau naruh barang seenaknya

Di rumahmu yang lama, kamu terbiasa dengan suara ayahmu yang hobi ngobrol dengan burung. Tangisan adik-adikmu yang rasanya hampir satu jam sekali juga tak membuat tidur siangmu terganggu. Tapi, saat ini di rumahmu yang baru, teriakan suamimu saat menonton pertadingan bola terasa aneh.

Kalau kemarin-kemarin kamu punya kamar sendiri dan bebas melakukan apa saja di kamarmu, kali ini kamu harus membaginya dengan pasanganmu. Senang sih kalau malam jadi lebih hangat, tapi banyak hal-hal yang dilakukannya bikin kamu senewen. Dia yang tidak bisa menaruh barang dengan rapi, membuatmu berkali-kali kamu harus menata ulang lemari pakaian. Setelah mandi pun, baju kotor digeletakkan sembarangan. Saat diingatkan, dia hanya meringis sambil bilang, “Maaf ya, Sayang, aku lupa!”

 

Setelah menikah, kamu bebas menyentuh kekasihmu. Sering-seringlah memeluknya jika kalian masih malu-malu bercerita panjang lebar.

berpelukaan

Melalui proses pernikahan yang suci, kamu dan dia sah sebagai sepasang kekasih. Kamu boleh menyentuhnya setiap saat kapan pun kamu mau, termasuk memeluknya. Berpelukan ini sangat penting bagi sepasang kekasih terutama yang pasangan baru. Berpelukan dapat merangsang hormon yang akan membuat kalian saling percaya. Jadi kalau kalian masih malu-malu untuk bercerita panjang lebar, kalian bisa mencoba memperbanyak interaksi fisik untuk menumbuhkan kedekatan.

 

Mulailah bercerita tentang apa yang kamu alami hari ini. Tanyakan juga apa yang menarik yang dialaminya sepanjang hari tadi.

tips pacaran saat sibuk

Mungkin pasangan kamu memang tipe orang yang tidak banyak bicara. Tidak ada salahnya kan kamu yang memulai pembicaraan? Hal sederhana seperti menceritakan apa yang kamu alami hari ini bisa menjadi bahan perbincangan. Kalau dia masih tak banyak bercerita, tanyakan padanya apa ada kejadian menarik yang dialaminya hari itu.

 

Pada hari libur, gunakanlah waktu sebaik-baiknya untuk berekreasi bersama. Anggap saja ini cara menebus masa pacaran kalian yang tidak sempat ada

Masa pacaran yang tidak ada, bisa ditebus setelah pernikahan

Sebelum menikah, kalian tidak mungkin bisa pergi berdua apalagi untuk berlibur. Jadi ketika telah menikah, jangan ragu untuk memanfaatkan hari libur kalian untuk berekreasi. Tak usah jauh-jauh, kalian bisa pergi ke tempat wisata alam seperti pantai atau bukit yang ada di daerah tempat tinggal kalian. Tempat dengan spot sunset yang banyak dikunjungi orang pacaran seperti kalian. Bedanya, kalian pacaran setelah menikah. Suasana yang santai dan romonatis akan mendorong kalian untuk dapat membangun keakraban.

 

Melakukan hal-hal kecil bersama bisa membuat kalian tambah mengerti selera satu sama lain. Misalnya, belanja kebutuhan sehari-hari atau mendekorasi tempat tinggal

hias rumah

Sebagai pasangan baru, tentu banyak hal yang masih harus diperbaiki agar hunian kalian benar-benar terasa seperti ‘rumah’ bagi kalian. Kesempatan ini juga bisa kamu manfaatkan untuk semakin mengerti satu sama lain. Kamu bisa mengajak pasanganmu melakukan hal-hal ringan bersama seperti mendekor tempat tinggal kalian. Mulai memilih tirai yang pas untuk kamar kalian, memilih perabot, sampai belanja keperluan sehari-hari bisa kalian lakukan bersama agar hubungan kalian semakin erat. Kadang, aktivitas ini memicu perdebatan kecil di antara kalian. Tenang saja, karena justru itu pertanda kalau kalian sudah bisa berinteraksi dengan luwes.

“Temboknya masa dicat kuning gitu sih, Beb, norak ah,”

“Ini krem, sayang. Enggak terlalu keliatan terang kok,”

“Sama aja. Sudah putih aja lah biar netral,”

 

Meski sering kali terlihat canggung, masa penjajakan di awal menikah ini tak akan pernah kalian lupakan.

menjajaki babak baru!

Di awal menikah, kalian memang masih terlihat canggung. Banyak hal yang perlu dibiasakan agar kalian lebih memahami satu sama lain. Percayalah masa-masa ini adalah proses yang nantinya akan kalian ingat dengan tawa ketika kalian mulai beruban. Proses ini pun menjadi awal perjalanan kalian yang masih panjang.

Jangan menyerah, dan selamat menikmati lembar-lembar indah dari hidup baru ini!

 

 

 

Sumber : http://www.hipwee.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s