Bersabarlah,, Hanya Sedang Jatuh Saat Ini..

Kamu lupa

Seperti orang mati rasa belakangan. Pulang kantor, kuliah, pulang kerumah, buka laptop mengerjakan tugas, tidur hanya 2 – 3 jam, bangun, beranjak kekantor , bekerja, pulang, kuliah. Sudah.

Di tengah waktu “jaga kandang” siang ini, tiba-tiba lagu ini terputar di aplikasi pemutar musik. Aku tersenyum. Familiar sekali rasanya. Dan, membebaskan. Otak pun jadi lebih lancar berselancar di atas keyboard demi menuliskan pikiran yang berkecamuk di kepala, menuntut minta segera dikeluarkan.

Tentu saja aku ingat bagaimana tampangnya waktu menirukan lagu ini. Betapa kita sempat memuji bagusnya  vokalis yang hingga kini namanya tetap tak kamu tahu. Mengingatnya memang membuat rindu. Tapi mengkhidmati rindu ternyata jauh lebih baik dibanding berusaha menghapusnya dari jejak kehidupan. Seperti yang dengan jumawa kamu lakukan beberapa saat ke belakang.

Menerima kenyataan memang tidak mudah. Berbahagia atas kebahagiaannya juga tidak bisa dilakukan tanpa payah.

Namun menghapusnya, menutup segala akses informasi dari dan padanya juga tidak membantu memperbaiki keadaan.

Yang ada, aku justru jadi orang linglung yang kerap merasa hilang arah.

Legowo, nduk. Legowo. 

Perjuangan ini bukan lagi tentangnya atau mengalahkan siapapun demi memenangkan hatinya. Tidak. Ini tentang aku, tentang bagaimana aku bisa menerima kenyataan.

Tentang bagaimana aku harus meletakkan diriku dalam kompartemen “lalu” tanpa harus sering melongokkan kepala lagi ke dalamnya. Aku tidak lagi peduli padanya. Walaupun itu dusta. Aku masih sangat peduli padamu. Hanya saja, kini aku tahu bahwa peduli tidak harus diungkapkan lewat kata-kata ataupun temu.

Aku yang sekarang memang aku yang kalah saing, merasa tidak punya hal yang membuat aku bisa dicintai, banyak menyakiti, dan sedang tidak percaya kalau aku bisa jatuh cinta sedalam itu lagi. Pahit ya ?

Tapi, aku yang dipenuhi kepahitan ini juga pribadi yang sama yang sedang belajar untuk jadi orang lebih baik, lebih ikhlas, lebih bermanfaat, lebih bahagia — tanpa atau dengan ada pasangan yang mendampingi.

Kepahitan ini akan jadi manis nanti. Pada masanya..  :’) ..Aamin..

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s