LDR Tak Harus Dirutuki. Perjuangan Itu Justru Menempamu Jadi Pribadi yang Seperti Ini

Ada kalanya, jarak menjadi konsekuensi wajar yang harus kamu dan dia terima. Artinya, kamu harus rela rongga jemarimu tidak akan terisi dengan jemarinya sesering dulu. Atau kamu harus menahan pedihnya rindu, menanti-nanti hari dimana kamu bisa memeluk dia dengan kencang.

Memang ada banyak hal yang harus dikorbankan ketika jarak menjadi bagian dari hubunganmu dan dia. Tetapi pengorbananmu itu justru menyulapmu menjadi pribadi yang lebih tangguh dibandingkan mereka yang tak pernah berpengalaman dengan jarak. Jika komitmenmu dan pasangan sama-sama kuat dalam menjalani LDR (Long Distance Relationship) atau hubungan jarak jauh, maka sudah dipastikan kamu adalah pribadi yang mengesankan. Alasannya…

 

Kamu menjadi orang yang fokus pada mimpi pribadi, namun juga tak pernah berhenti mendoakan dia yang selalu dinanti.

Mimpi pribadi tak dilupakan

Bagimu mimpi pribadi kalian berdua bukanlah hal yang bisa dipandang sebelah mata. Di usia kalian yang masih muda, menyusun mimpi dan mengerjakan apa yang menjadi renjana kalian adalah hal yang mutlak harus dilakukan. Untuk itulah kamu dan dia mau berkompromi dengan kehadiran jarak sebagai pihak ketiga di antara kalian. Toh usaha kamu dan dia mengejar mimpi hari ini adalah investasi kebahagiaan bagi masa depan kalian bersama. Agar hidup kalian berdua nantinya lebih berarti.

Namun meski dirimu fokus pada mimpi pribadimu, kamu tak pernah lupa menyelipkan namanya dalam setiap doa yang kamu panjatkan kepada-Nya. Agar dia juga meraih keberhasilan dalam menggapai mimpinya. Cara mencintai paling dalam adalah bukan dengan menunjukkan perasaanmu pada seluruh dunia, melainkan diam-diam selalu mendoakan dan menitipkan dia yang disana kepada Yang Maha Kuasa.

 

Soal berkomunikasi jarak jauh, kamu memang jagonya. Kamu sudah fasih menghindar dari pertengkaran karena kesalahpahaman semata.

komunikasi bukan lagi kayak interogasi

komunikasi bukan lagi kayak interogasi

Jaman sekarang segala bentuk komunikasi memang sudah sangat dimudahkan. Pasangan LDR pasti akrab dengan berbagai aplikasi chatting gratis. Atau jika chattingtak cukup mengobati rindu, ngobrol di telepon dan video call jadi pilihan lain.

Namun dari sekian banyak komunikasi jarak jauh tersebut, tak ada yang benar-benar bisa menggantikan rasanya berkomunikasi secara langsung. Komunikasi jarak jauh pun sesekali bisa menimbulkan percikan-percikan dalam hubungan karena kesalahpahaman.

Di awal LDR, kamu dan dia bisa saja masih sering mempertahankan ego masing-masing karena merasa sama-sama benar dalam kesalahpahaman yang terjadi. Namun seiring berjalannya waktu, kamu dan dia akan dengan sendirinya paham bagaimana menjalin komunikasi jarak jauh yang mampu meminimalisir kesalahpahaman. Kamu tak lagi ambil pusing jika dia tak membalas chat atau menjawab telfonmu dalam waktu yang agak lama. Sebab kamu sendiri mulai paham apa yang sedang ia kerjakan disana.

 

Kamu pun tertempa jadi pribadi yang lebih tenang. Tak perlu setiap saat untuk over thinkingperkara perasaan.

Nggak usah over thinking yaaa..

Karena komunikasi jarak jauh yang semakin terjalin dengan baik, kamu pun berubah menjadi pribadi yang lebih tenang. Kamu tak lagi terlalu banyakover thinking padanya. Efek baiknya buat dirimu sendiri adalah kamu bisa lebih fokus dalam menjalani hidupmu. Bukankan untuk fokus dalam upaya meraih mimpi, ketenangan sangat diperlukan? Kamu pun berhasil meyakinkan dirimu sendiri.

 

Bagimu, penting untuk selalu menjunjung tinggi kepercayaan. Tak perlu menaruhcuriga yang berlebihan.

percaya satu sama lain

percaya satu sama lain

Upayamu yang akhirnya berhasil mengenyahkan rasa curiga yang berhasil mengubahmu menjadi pribadi yang menjunjung tinggi kepercayaan. Kamu sadar kepercayaan adalah pondasi paling dasar dalam sebuah hubungan. Itulah mengapa kamu menaruh kepercayaan padanya tanpa pamrih. Karena kamu paham dia yang juga sedang berusaha disana layak untuk kamu percaya.

Sebaliknya, kamu juga tak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang sudah dia berikan kepadamu. Karena bagi kamu dan dia, kepercayaan adalah satu-satunya hal yang bisa membuat kisah kalian agar terus berjalan.

 

Mustahil menjalani hubungan tanpa komitmen yang sejalan. Kamu meyakini bahwa dia adalah pasangan yang tepat di masa depan.

Hubungan tanpa komitmen bagai ambulans tanpa sirine.. hampa..

Ketika kepercayaan sudah kalian pegang teguh, maka komitmen adalah hal selanjutnya yang mendasari hubungan kamu dan dia. Komitmen antara kamu dan dia tidaklah muluk-muluk. Cukup dengan menjaga hati kalian untuk tetap saling berpaut.

 

Sifat mandiri sudah pasti ada dalam diri. Meski jauh dari dia, kamu tak pernah ragu menjalani segala sesuatunya sendiri.

sendiri ngga masalah kok

LDR memang ditujukan bagi mereka yang kuat. Kamu tidak akan mengemis perhatian kekasihmu setiap saat, tidak meminta kekasihmu menjemputmu sewaktu-waktu, atau meminta waktu kekasihmu untuk selalu bertemu.

Semua yang biasanya dilakukan berdua oleh pasangan yang berada dalam satu kota, sudah bisa kamu lakukan sendiri. Kemandirianmu menjadi bukti bahwa kamu sedang memperjuangkan nasibmu disini, dan mendoakan nasib kekasihmu disana.

 

Pertengkaran dalam hubungan pasti selalu ada. Namun kamu sudah terlatih memilah hal-hal apa saja yang layak diributkan berdua.

Ngga pernah ribut ngga penting

Ngga pernah ribut ngga penting

Kamu paham betul pertengkaran yang dialami oleh pasangan LDR akan berkali-kali lipat lebih berat dibandingkan pasangan yang tinggal sekota. Kamu sadar, penyelesaian masalah yang dialami saat jarak memisahkan kamu dan dia akan lebih lama. Pertengkaran seringkali akan mereda setelah adanya sebuah pertemuan. Namun pertemuan bagi kamu dan dia adalah hal mewah yang hanya bisa kalian lakukan 1 atau 3 bulan sekali.

Atas dasar itulah, kamu pun pandai “memilih” masalah apa yang sebenarnya tak perlu diributkan. Kamu terlatih menahan ego untuk meributkan masalah yang tidak terlalu prinsipil hingga kalian bertemu. Tak berarti kamu menimbun masalah, kamu hanya menunda untuk membicarakannya di waktu yang tepat.

 

LDR mendidikmu punya visi dan misi dalam hubungan. Tak sekadar senang-senang, masa depan jalinan cinta harus diperjelas sejak awal.

mau nikah kapan yaaa…

Kamu dan dia boleh saja dipisahkan oleh jarak yang terkadang buat meradang, namun bukan berarti kalian tidak punya rencana masa depan yang matang. Sejak awal kalian memulai hubungan yang harus berkompromi dengan jarak, kamu dan dia sudah punya rencana yang jauh lebih matang dibandingkan mereka yang tak pernah bertemu dengan jarak.

Kata “kita jalani saja dulu” tak pernah terucap dari mulutmu. Semua harus terencana dengan baik. Jarak kali ini memang boleh menang, namun ke depannya kamu dan dia bisa mengalahkan jarak yang telah lama membelenggu.

Sejak awal menjalin LDR, rencana mengenai masa depan seperti pernikahan bukanlah hal yang tabu untuk kamu dan dia bicarakan. Meski kalian masih butuh waktu untuk mewujudkannya, bukan berarti tidak bisa dipersiapkan dengan matang sedari sekarang.

 

Kamu jadi orang yang paling tahu bagaimana cara menghargai waktu, apalagi saat tiba kesempatan kalian bisa bertemu.

waktu bersama dia begitu berharga

Kamu sudah banyak berjuang selama kamu dan dia terpisahkan oleh jarak. Momen bertemu dengan dia, tentunya menjadi hal yang paling tidak ingin kamu sia-siakan. Bagimu pertemuan dengannya, setiap detiknya sangat bermakna. Itulah mengapa kamu menjelma menjadi pribadi yang begitu menghargai berjalannya waktu.

 

Dan pada akhirnya, tidak ada yang lebih berharga dari perjuanganmu itu.

sabar cuma bisa meluk laptop

Dari semua pelajaran LDR yang kamu dapat, pada akhirnya tidak ada yang bisa mengalahkan kesabaranmu. Kesabaran itulah yang menjadi kekuatan bagi dirimu untuk menanti hari dimana kamu bisa bertemu dengan dia.

 

Setiap hubungan yang sehat, memang akan selalu memberikanmu pelajaran dan mampu mengubahmu menjadi sosok yang lebih baik dari sebelumnya.

Termasuk hubungan yang harus berkompromi oleh jarak, ia bisa menempamu menjadi pribadi yang mengesankan. Jadi jangan keburu parno sama LDR, ya…

 

 

Sumber : http://www.hipwee.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s