Jangan Merasa Bersalah Saat Menjadi Ibu Bekerja Nanti. Anakmu Justru Akan Dapat 6 Hal Ini !

Antara menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya atau menjadi ibu rumah tangga yang juga bekerja tentunya merupakan pilihan setiap orang. Dan juga mungkin kesepakatan yang dibuat oleh pasangan. Tak ada yang salah dengan keduanya. Karena keduanya juga merupakan pilihan yang sama-sama baik. Tinggal bagaimana menyesuaikannya dengan kondisi keluarga.

Jika ada di antara kamu, para wanita yang memutuskan untuk tetap bekerja setelah menikah dan mempunyai anak, kamu tidak layak terburu-buru dicap menelantarkan keluarga. Sebab dibalik minimnya waktu untuk keluarga, banyak juga kebaikan yang bisa diajarkan kepada anak-anak oleh ibu yang bekerja.

 

1. Anakmu nanti akan terlatih untuk mandiri. Dari mengerjaan PR sampai menyiapkan baju sekolah sendiri

mengajarkan mandiri

mengajarkan mandiri

Bagi ibu yang bekerja, kemandirian tentunya hal utama yang diajarkan kepada anak-anaknya. Tanpa ibu yang selalu berada di rumah, anak-anak sejak dini diajarkan untuk bisa melakukan hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhannya sendiri. Seperti menyiapkan seragam sekolah, makan, atau mengerjakan pekerjaan rumah. Semuanya dilakukan dengan kesadaran sendiri. Dengan cara ini, insting kemandirian mereka akan lebih terlatih sejak dini.

Namun meski mengajarkan kemandirian kepada anak-anaknya, bukan berarti ibu yang bekerja mengabaikan semua kebutuhan anak-anaknya. Sebelum mulai bekerja, kebutuhan anak-anaknya tentunya sudah disiapkan dengan baik. Sehingga pendampingan ibu yang bekerja tetap selalu ada.

 

2. Anakmu juga akan belajar darimu soal menghargai waktu. Waktu yang terbatas membuat kebersamaan bersama anak-anak menjadi lebih berkualitas.

kasih sayang selalu ada

menghargai waktu bersama

Setelah memutuskan menjadi ibu yang bekerja, konsekuensi pertama yang harus diterima adalah harus rela waktu yang berkurang untuk mendampingi buah hati. Ibu yang bekerja juga harus pintar untuk membagi antara waktu bekerja dan mengurus keluarga. Karena meskipun memutuskan bekerja, kebutuhan keluarga tetaplah yang utama. Tugas ibu pun tak ada yang bisa menggantikan.

Dari pengalaman ini, sebagai ibu yang bekerja kelak kamu bisa mengajarkan kepada anak-anakmu betapa pentingnya menghargai waktu. Setiap detik yang kamu lewatkan bersama anak-anakmu setelah berharga menjadi lebih berkualitas. Meski tak bisa selalu mendampingi, kamu harus tetap tahu kegiatan apa saja yang dilakukan anak-anakmu dalam satu hari.

 

 

3. Kamu juga mengajarkan bahwa kasih sayang ibu tak pernah luntur. Meski kuantitas waktu bertemu tak selalu teratur.

kasih sayang selalu ada

kasih sayang selalu ada

 

Tak hanya soal menghargai waktu, kamu juga bisa menunjukkan ke anak-anakmu bahwa sebagai ibu yang bekerja dan jarang di rumah tak berarti kasih sayangmu kepada mereka akan luntur. Ditambah pula dengan rasa rindu yang sering mendera saat berada di luar rumah. Seperti halnya kata pepatah, kasih ibu sepanjang hayat, hal ini juga berlaku bagi ibu-ibu yang bekerja.

Menjadi ibu yang bekerja bisa saja merupakan bentuk kasih sayang untuk anak-anaknya. Bekerja juga bisa menjadi bentuk perjuangan untuk membahagiakan anak-anak untuk hidup yang lebih layak. Ini juga bisa menjadi salah satu bukti bahwa kasih sayang ibu kepada anak-anaknya tak akan pernah lekang oleh waktu.

 

4. Pelajaran soal menentukan prioritas bisa sampai dengan baik kepada anak. Kamu sudah terbiasa memilih mana hal penting yang harus dikerjakan terlebih dahulu.

pandai memilih prioritas

pandai memilih prioritas

 

Saat memutuskan untuk menjadi ibu yang bekerja, tentunya kamu dan pasangan telah memiliki pertimbangan tersendiri. Keputusan-keputusan penting untuk keluarga seperti ini, harus diambil dengan terlebih dahulu menentukan skala prioritas apa saja.

Dalam kehidupan sehari-hari, sebagai ibu yang bekerja kamu juga akan terbiasa memilah hal apa saja yang harus dilakukan sebelum berangkat bekerja. Seperti menyiapkan sarapan untuk keluarga, menyiapkan kebutuhan suami dan anak sebelum berangkat ke kantor dan sekolah, serta mengantarkan anak ke sekolah. Semua harus diprioritaskan. Dari sini anak-anakmu akan belajar bagaimana cara menentukan prioritas sejak awal, karena mereka terbiasa melihatmu melakukan segala hal dengan efektif dan efisien.

 

5. Kelak anak-anakmu juga akan paham pentingnya bekerja sama dengan pasangan dalam membangun sebuah keluarga.

berumah tangga juga soal kerja sama

berumah tangga juga soal kerja sama

Saat seorang istri memutuskan bekerja, tentu ada persetujuan seorang suami dibalik keputusan tersebut. Meski penghasilan istri bukanlah yang utama menurut masyarakat kita, makna kerja sama selalu ada.

Hal baik ini tentunya tak boleh kamu lewatkan untuk diajarkan kepada anak-anakmu kelak. Nantinya mereka juga akan berumah tangga seperti ayah dan ibunya. Makna kerja sama dalam sebuah hubungan juga penting untuk diajarkan. Agar di masa depan mereka tumbuh menjadi pribadi yang menghargai orang lain.

 

6. Dengan melihatmu bekerja, anak-anakmu akan punya panutan saat mereka akan mengejar passion yang mereka ingini.

jadi panutan

jadi panutan

 

Selain untuk membantu finansial keluarga, keputusan ibu untuk bekerja juga biasanya didasari oleh upaya untuk mengejar passion. Karena meski telah menikah dan menjadi seorang ibu, passion tak harus begitu saja terkubur. Selama masih bisa membagi waktu dengan keluarga, bekerja tak selamanya menjadi keputusan yang buruk.

Hal ini bisa menjadi panutan bagi anak-anakmu ketika mereka telah dewasa nanti. Bahwa dalam mengejar passion selalu sarat dengan perjuangan dan tak mengenal kata menyerah. Mengejar passion juga soal kompromi, seperti halnya ibu bekerja yang harus tetap kompromi dengan kebutuhan keluarga dan karir.

 

Selama bisa membagi waktu dengan baik, ibu yang bekerja tak perlu terlalu sering merasa bersalah karena meninggalkan anak terlalu sering. Toh masih banyak kebaikan yang juga bisa diajarkan. Semoga pilihan yang diambil antara menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya dan ibu yang bekerja benar-benar pilihan terbaik ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s