Kalau 9 Pertanyaan Ini Dia Jawab Dengan Menenangkan Hati; Dia Memang Orang yang Kamu Cari..

Jelas ada yang membedakan dia yang sekadar pasangan sekilas saja dan dia yang layak dipertahankan selamanya. Kamu pun tak berlu berusaha keras untuk tahu apa yang dimilikinya. Dari berbincang, memandang matanya lama, melihatnya menghadapi masalah sebenarnya semua bisa terbuka.

Namun ada juga cara lain yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui apakah dia layak jadi tujuan investasi perasaanmu. Mengajukan 9 pertanyaan ini, contohnya. Jika jawabannya menenangkan hatimu — maka dia layak mendampingimu.

 

1. “Apa yang kamu lihat dari aku? Apa ekspektasimu?”

Ap ayang kamu lihat dari aku? Apa ekspektasimu?

Ap ayang kamu lihat dari aku? Apa ekspektasimu?

Hubungan adalah soal menyamakan ekspektasi. Harapan terlalu tinggi yang tidak bisa dipenuhi hanya akan jadi ganjalan di kemudian hari. Sebelum berjalan lebih jauh coba tanyakan hal ini. Saat dia menjawabnya dengan jujur dan apa adanya, dan ketika hatimu mengatakan “Iya” kalian memang layak bersama.

 

2. “Kamu mau membangun hidup macam apa? Bagaimana peranku di sana?”

Bagaimana peranku di hidupmu nanti?

Bagaimana peranku di hidupmu nanti?

Kalian tidak menjalani hubungan hanya untuk mengisi waktu saja. Kelak akan ada hari di mana kalian jadi 2 orang yang hapal lekuk tubuh masing-masing. Sesekali merasa bosan karena sudah hapal di luar kepala muka bangun tidur sampai suara mendengkurnya.

Jika pertanyaan soal masa depan tidak bisa ia jawab. Ketika peranmu dalam hidupnya tak bisa digambarkan dengan jelas — ini saatnya mengakhiri hubungan dengan tegas.

 

3. “Pernahkah kamu kesal sekali? Apa yang sampai saat ini paling membuatmu sakit hati?”

Sampai hari ini apa yang membuatmu paling sakit?

Sampai hari ini apa yang membuatmu paling sakit ?

Hubungan yang bertahan adalah hubungan yang ringan dengan maaf dan pengampunan. Sebelum memutuskan melanjutkan perjalanan coba tanyakan apa yang selama ini paling membuatnya sakit hati. Sebab siapa tahu kamu lah yang paling meninggalkan bekas luka selama ini.

Sesekali cinta memang bisa mengaburkan rasa kesal. Tapi bukankah perasaan yang tidak diungkapkan hanya akan membuat hati pegal?

 

4. “Menurutmu bagaimana keluarga dan orangtuaku? Bisakah kamu menganggap mereka jadi keluargamu?”

Apakah kamu akan menganggap keluargaku keluargamu?

Apakah kamu akan menganggap keluargaku keluargamu?

Jadi dewasa selalu sepaket dengan pemahaman bahwa hubungan bukan cuma untuk 2 kepala saja. Ada orang-orang tersayang yang juga harus diperhatikan perannya. Dia yang dengan bijak merangkul mereka seperti keluarga — memang layak dipertahankan selamanya.

 

5. “Nanti kita tinggal di mana? Mencicil, kontrak, atau mau seperti apa?”

Mencicil, kontrak atau bagaimana?

Mencicil, kontrak atau bagaimana?

Ayolah. Life is not always about love and butterfly. Selepas bersama nanti akan ada hal-hal rasional yang lebih menyita kepala. Sebut saja soal akan tinggal di mana, mau berusaha membeli rumah yang makin mahal harganya dengan cara seperti apa, sampai berangan-angan menciptakan hunian dengan desain macam apa.

Pertanyaan ini terdengar teknis dan klise sekali. Tapi kalau tak bisa dibicarakan dengan jujur hari ini akan seperti apa hidup kalian nanti?

 

6. “Adakah kegiatan yang harus aku kurangi jika kelak sudah mendampingi?”

Adakah yang harus kuhentikan saat kita bersama nanti?

Adakah yang harus kuhentikan saat kita bersama nanti?

Mendapatkan pasangan yang menerima kita apa adanya itu anugerah. Tapi bukan berarti batasan membuat kita harus berpisah. Sebelum benar-benar menyerahkan hati sepenuhnya pastikan dulu aturan main yang kelak harus dipatuhi berdua.

Ceritakan dengan jujur aktivitasmu, dengarkan pendapatnya, lalu cermati apakah dia ingin ada yang berubah atau sudah bisa menerima.

 

7. “Penghasilanku sekian. Kamu yakin bisa mengatur dan bertahan?”

Kamu yakin bisa bertahan?

Kamu yakin bisa bertahan?

“Jangan tanya gaji atau ngomongin duit ah. Pamali!”

Iya. Pamali kalau ngomongin duit sama teman atau di forum yang nggak ada hubungannya dengan urusan kerjaan atau masa depan. Tapi jelas ini nggak usah canggung lagi dilakukan kalau sama pasangan. Kalau tidak jauh-jauh hari dibicarakan malah nanti bisa jadi sumber pertengkaran…

Sebelum mulai berjalan lebih serius lagi, pastikan dia bisa menjawab pertanyaan ini. Pastikan kalian bisa berdiskusi dari hati ke hati. Soal pemasukan ini sensitif lho kalau nggak dibicarakan dari jauh-jauh hari.

 

8. “Jika ada hal yang bisa kamu ubah dari aku, apa itu?”

Adakah hal yang paling ingi kamu ubah dari aku?

Adakah hal yang paling ingi kamu ubah dari aku?

Wajar jika seseorang punya ekspektasi. Apalagi jika ekspektasi ini menyangkut pasangan yang kelak mendampingi tiap hari. Bisa saja dia menginginkanmu jadi orang yang lebih rapi, lebih perhatian dan detil, sampai mengharapkanmu jadi orang yang romantis.

Karena kadang kritik dan masukan tidak mudah keluar — coba ajukan dia pertanyaan. Cari tahu apa yang paling ingin dia ubah dari dirimu. Jika kamu nyaman melakukannya dan terdengar masuk akal bagimu, maka orang ini layak dipertimbangkan jadi pendampingmu.

 

9. “Menurutmu apa 1 hal yang harus kita doakan bersama?”

Hal apa yang harus kita doakan bersama?

Hal apa yang harus kita doakan bersama?

Kenapa bertanya soal doa? Bukankah itu jauh sekali dan bukan irisan yang tepat dalam cinta?

Hey, kenapa tidak! Hubungan yang baik pun bisa jatuh dan menimbulkan lebam di hati. Saat seperti ini jika bukan Tuhan yang diandalkan lalu siapa lagi?

Mengajukan pertanyaan soal hal yang harus didoakan bersama memberimu gambaran tentang pribadinya. Pertanyaan ini membuatmu tahu apa yang benar-benar ingin diraihnya. Jika doa yang kalian ingin panjatkan bisa berjalan beriringan hubungan ini layak diperhitungkan.

 

 

Masih banyak sekali pertanyaan yang bisa digali. Ada banyak juga jawaban yang membantumu menentukan pilihan hati.

Tapi untuk awalan 9 pertanyaan ini layak kamu ajukan dengan hati-hati.

 

Jika jawabannya terasa pas di hati mungkin dia yang kamu cari.

 

 

 

Sumber : http://www.hipwee.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s